Berita Indonesia

5 Fakta Terduga Teroris Malang Menurut Situs Online Liputan6

Inilah 5 fakta terduga teroris Malang yang perlu anda ketahui, sebagaimana yang ditulis dalam situs online berita Liputan6 ….

 

 

 

UmmatiPress, Jakarta – Perburuan terhadap pelaku tindakan terorisme di Indonesia ternyata terus berlangsung, khususnya terkait bom bunuh diri teroris di Sarinah, Jakarta. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 6 terduga teroris di Malang, Jawa Timur, pada Jumat (19/2) malam. Drama penggerebekan di Jalan Raya Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang sempat membuat warga setempat heboh dan membincangkan salah satu terduga teroris yang dijemput paksa malam itu.

Situs online berita Liputan6 menulis, ada enam orang terduga teroris yang diamankan Densus 88.Lima di antaranya ditangkap di Desa Ngijo Kabupaten Malang. Sementara, satu orang lainnya ternyata telah ditangkap beberapa hari sebelum penangkapan ini di wilayah Kota Malang. Berikut ini lima fakta tentang teroris Malang yang mungkin belum kamu ketahui.

Pertama: Terduga teroris Danai kelompok dengan mencuri sepeda motor

BACA :  Adam Amrullah Menyaebut Dirinya Panglima ISIS Indonesia

Salah satu terduga teroris yang bernama Aidin Suryana alias Aji alias Abu Zilan. Ternyata, dia merupakan warga Kampung Ciketing, Rawamangun, RT 3/RW 1, Kelurahan Mustika Jaya, Bekasi. Aidin yang indekos di Jalan Margobasuki 2 Dusun Jetis Kecamatan Dau Kabupaten Malang, ditangkap dengan kasus pencurian motor. Polisi lantas mengendus ada indikasi pencurian tersebut dilakukan untuk kepentingan kelompok teroris.

“Aidin ini ditangkap lebih dulu di wilayah Kota Malang karena kasus pencurian kendaraan bermotor dan terlibat dengan jaringan terorisme,” kata Kapolres Malang, AKB Yudho Nugroho, kepada Liputan6, di Malang, Minggu (21/2/2016).

Kedua: Terduga Teroris M Romli ternyata aktor lama di dunia terorisme Indonesia 

banner gif 160 600 b - 5 Fakta Terduga Teroris Malang Menurut Situs Online Liputan6

Salah satu terduga teroris yang ditangkap merupakan M Romli, yang pertama kali muncul ke permukaan pada 20 Juli 2014. Liputan6 menulis, saat itu dia mendeklarasikan kelompok Ansharul Khilafah di Masjid Jami Sulaiman Al-Husnaishil di Dusun Sempu, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Ia diduga menjadi koordinator kelompok yang terhubung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

BACA :  Ridwan Kamil Dipanggil Kejati Jabar Terkait Dana Hibah BCCF
M Romli sosok paling kiri tanpa peci di kepala dalam gambar foto. (Foto: Liputan6)

 

 

Ketiga: Ternyata salah satu terduga teroris bekerja sebagai PNS

Salah satu terduga teroris, Achmad Ridho Wijaya tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kabupaten Malang. Meskipun begitu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Untung Sudarto mengatakan kepada Liputan6 Ridho tak pernah masuk kantor sejak Desember tahun lalu. Dia juga menyebutkan, sejak membantu selama tiga bulan di posko bantuan saat Gunung Kelud meletus 14 Februari 2014, perilaku Ridho sudah berubah. Dia tidak lagi mau salat berjamaah dan memilih untuk salat sendiri.

Keempat: Inilah sejumlah barang disita usai penggeledahan di rumah terduga teroris

Tim Densus 88 menggeledah empat rumah pelaku terduga teroris di Malang, Jawa Timur. Mereka mengumpulkan berbagai barang bukti untuk diperiksa dan diamankan. Barang bukti tersebut terdiri dari dua senapan, puluhan buku tentang Jihad, delapan sepeda motor, ponsel, celana taktikal, kaos bergambar jihad, parafin, sebuah dokumen berisi nama-nama mujahid, masih lainnya. Namun, kepada Liputan6, Kasat Reskrim AKP Adam Purbantoro mengatakan tidak ada bahan peledak yang mereka temui.

BACA :  Tambah Cuti Lebaran PNS Terancam Tak Naik Jabatan

Kelima: Dengan mata tertutup, terduga dibawa ke Jakarta

Pada Minggu (21/2), siang hari, keenam terduga teroris diberangkatkan dari Markas Brimob Ampeldento Malang menuju Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta. Kepada Liputan6, Kapolres Malang AKBP Yudho Nugroho mengatakan, mereka dikirim ke Jakarta melalui jalur berbeda. Ada yang lewat jalur darat, ada juga yang melalui jalur udara dengan pengawalan ketat petugas. Saat dimasukkan ke dalam mobil, Liputan6 menulis, para terduga mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan tangan diborgol dan mata tertutup.

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker