Berita Timur Tengah

45 Calon Tentara Tewas, Bom Cluster Jadi Ladang Ranjau di Yaman

93d1b638 dfb2 4c29 bbaf 4cef9a8617b - 45 Calon Tentara Tewas, Bom Cluster Jadi Ladang Ranjau di Yaman

 

45 Calon Tentara Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Aden, Yaman

 

Islam-Institute, YAMAN – Setidaknya 45 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika serangan dua bom mobil mengguncang kamp wajib militer di kota pelabuhan Aden, selatan Yaman.

Menurut pejabat Yaman, yang berbicara dengan syarat anonim, satu bomber meledakkan diri di luar pusat rekrutmen tentara, dekat pangkalan Badr di distrik Khormaksar, sedikitnya menewaskan 20 orang, kantor berita SABA melaporkan pada hari Senin.

Seorang pembom kedua meledakkan sabuk peledak yang dikenakan di antara sekelompok rekrutan yang sedang menunggu di luar kantor seorang komandan tentara, menewaskan 25 orang.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun upaya pembunuhan serupa selama beberapa bulan terakhir selalu diklaim oleh militan al-Qaeda.

Sebuah laporan menunjukkan militan al-Qaeda juga menikmati dukungan dari Arab Saudi karena ada banyak laporan airdrop oleh jet Saudi yang membawa amunisi ke daerah-daerah di bawah kendali militan, terutama di daerah yang bisa melancarkan serangan terhadap pejuang Houthi Ansarullah.

Huthi masih menguasai banyak wilayah Yaman meskipun lebih dari satu tahun serangan udara Arab dan operasi darat.

Berbagai upaya oleh PBB untuk membuat kesepakatan antara Houthi dan pro-Hadi telah gagal. 

aafb484d b7ee 4f40 9a7c c08eaa8603ea - 45 Calon Tentara Tewas, Bom Cluster Jadi Ladang Ranjau di Yaman

Mengerikan, Bom Cluster Buatan AS dan Inggris Jadi Ladang Ranjau di Yaman

Sementara itu, Amnesty International mengatakan misi terbaru untuk Yaman telah menemukan bukti bom cluster buatan AS, Inggris dan Brasil digunakan oleh pasukan Saudi.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, kelompok hak asasi yang berbasis di Inggris mengatakan bom cluster yang belum meledak telah merubah Yaman utara menjadi “ladang ranjau” bagi warga sipil.

Pengawas itu juga mengatakan keluarga pengungsi yang kembali ke rumah mereka sejak gencatan senjata disepakati pada bulan Maret, berada pada “risiko besar” dari “cedera serius atau bahkan kematian.”

banner 2 2 - 45 Calon Tentara Tewas, Bom Cluster Jadi Ladang Ranjau di Yaman

“Bahkan setelah permusuhan telah mereda, kehidupan dan mata pencaharian warga sipil, termasuk anak-anak, terus berada di bawah garis berbahaya saat mereka kembali ke de ladang yang telah terpenuhi dengan ranjau”, kata  penasihat senior Amnesty Internasional Lama Fakih.

“Mereka tidak bisa hidup dengan aman sampai daerah yang terkontaminasi di dalam dan sekitar rumah serta ladang mereka diidentifikasi dan dibersihkan dari peledak bom cluster yang mematikan dan artileri yang belum meledak lainnya,” katanya.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan anak-anak termasuk di antara warga sipil yang tewas dan cacat oleh amunisi tersebut, dan menyerukan masyarakat internasional untuk membantu daerah yang telah terkontaminasi.

Pernyataan itu juga menyerukan negara-negara berpengaruh untuk menekan Arab Saudi dan sekutunya “menghentikan penggunaan munisi tandan, yang secara internasional dilarang dan tidak sembarangan digunakan”.

Setelah 10-hari perjalanan penelitian di provinsi Saa’da, Hajjah dan provinsi Sana’a, Amnesty internasional menemukan bahwa 16 warga sipil, termasuk sembilan anak-anak telah tewas atau terluka oleh munisi tandan antara Juli 2015 dan bulan April.

Pada tanggal 6 Mei, kelompok advokasi Human Rights Watch (HRW), menegaskan bahwa Arab Saudi telah menggunakan bom curah buatan AS terhadap warga sipil di Yaman.

Rezim Saudi juga baru-baru ini menggunakan bom tandan buatan AS dalam dua serangan udara terbaru pada sebuah pasar yang ramai di Yaman.

Pada tanggal 7 April, HRW mengatakan penyidik melakukan perjalanan ke sebuah kota di provinsi Hajjah Yaman, sehari setelah serangan itu terjadi, dan mengidentifikasi 97 warga sipil tewas dalam serangan itu, termasuk 25 anak-anak.

Mereka menemukan fragmen bom yang dipandu satelit GBU-31 dan peralatan bimbingan yang diberikan oleh AS, pencocokan laporan sebelumnya oleh saluran televisi British ITV.

AS telah mendukung kampanye Saudi di Yaman. Pada November tahun lalu, Washington telah menyetujui penjualan senjata senilai USD 1,29 miliar kepada Riyadh, termasuk ribuan bom serupa.

Arab Saudi memulai agresi militer terhadap Yaman pada 26 Maret 2015 dalam upaya memulihkan kekuatan mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Hampir 9.400 orang, di antaranya lebih dari 2.230 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 16.000 lainnya terluka sejak dimulainya serangan militer.  ( al/sputnik )

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker