Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

13 Tuntutan Stop Gerakan Wahabi, Syiah dan Komunis di Aceh

13 Tuntutan Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah di Aceh untuk Stop Aktifitas Wahabi, Syiah dan Komunis

Mendesak pemerintah Aceh untuk memberhentikan aktivitas salafi wahabi, syiah, komunis, dan aliran-aliran sesat lainnya di seluruh Aceh.

Islam-institute.com – Jamaah zikir akbar dari barisan ahlussunnah wal jamaah mengadakan konvoi dari Kompleks Makam Syiah Kuala menuju Kantor Gubernur Aceh. Pergerakan massa dari lokasi zikir menuju pusat Pemerintahan Aceh berlangsung selama 30 menit dan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, Kamis, 10 September 2015.

Polisi turut menutup jalan Teungku Daud Beureueh saat konvoi tersebut mendatangi Kantor Gubernur Aceh. Dilansir dari portalsatu.com, parade jamaah ini berlangsung tertib. Sementara di Setda Provinsi Aceh telah siaga puluhan personil polisi dibantu Satpol PP.

BACA JUGA:  Lucu, Mantan Pejabat Negara Pakai Uang Negara Untuk Pijat

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan kedatangan ribuan jamaah ini ke Kantor Gubernur Aceh untuk menyerahkan 13 tuntutan yang disepakati oleh seluruh ulama di bawah payung ahlussunnah wal jamaah. Salah satunya adalah menertibkan lembaga pendidikan Islam di Aceh yang bertentangan dengan mazhab Syafii, dan bertentangan dengan akidah ahlussunah wal jammaah.

Adapun ke 13 tuntutan tersebut adalah sebagi berikut:

  1. Meminta agar pemerintah Aceh mengatur sejumlah peraturan di Aceh berdasarkan mazhab imam syafi’ie dan Ahli Sunnah Waljamaah.
  2. Menyerahkan posisi imam besar, dan imam rawatib serta segala yang menyangkut dengan ibadah dan pengajian di Masjid Baiturrahman Banda Aceh kepada ulama Aceh yang bermazhab Syafi’ie.
  3. Meminta kepada pemerintah Aceh agar pengelolaan Masjid Raya Baiturraman dibawah kontrol wali nanggroe Aceh.
  4. Meminta kepada pemerintah Aceh menyerahkan muzakarah ulama mengenai tata cara ibadah di masjid raya kepada Majelis Permusyawaratan Aceh dan menolak dilaksanakan oleh pihak lain.
  5. Meminta kepada pemerintahan Aceh untuk mencabut izin operasional dan tidak mengizinkan pendirian sekolah dan lembaga Islam lainnya di Aceh yang bertentangan dengan mazhab Syafi’ie dan bertentangan dengan aqidah Ahli Sunnah Waljamaah (asy’ariyah dan mathudiniah)
  6. Mendesak pemerintah Aceh untuk memberhentikan aktivitas salafi wahabi, syiah, komunis, dan aliran-aliran sesat lainnya di seluruh Aceh.
  7. Meminta pemerintah Aceh agar setiap kegiatan keagamaan wajib mendapatkan rekomendasi dari Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh.
  8. Meminta kepada pemerintahan Aceh agar tidak menempatkan kepala SKPA dan ketua badan dijajaran pemerintah Aceh yang tidak paham Ahli Sunnah Waljamaah.
  9. Meminta kepada pemerinatahan pusat untuk mempercepat realisasi tuntunan butir-butir MOU Helsinki dan UUPA.
  10. Mendesak pemerintahan Aceh dan pemerintahan pusat untuk menjalankan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang lembaga wali nanggroe.
  11. Menolak intersensi pemerintahan Aceh terhadap Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh serta wajib menjalankan setiap fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Aceh.
  12. Meminta kepada pemerintah Aceh untuk menjalankan Qanun Jinayat dan Qanut acara Jinayat secepatnya.
  13. Apabila tuntutan ini tidak diindahkan atau dilaksanakan maka kami masyarakat pencinta Ahli Sunnah Waljamaah akan datang kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. [] (mal)
BACA JUGA:  Terduga Teroris Terkait Pengiriman 16 WNI ke Turki

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker